Lenovo baru saja membeli vendor ponsel Motorola
Mobility dari Google senilai USD 2,91 miliar. Raksasa
industri komputer asal China ini pun mengumbar janji,
Motorola akan segera bangkit dari tidurnya.
Motorola yang dibeli Lenovo memang tidak sejaya dulu,
malah kondisi keuangannya terus merugi sehingga Google
pun memutuskan melegonya. Namun kenyataan itu malah
membuat Lenovo bersemangat.
"Hanya dalam beberapa kuartal kami bisa membangkitkan
bisnis Motorola. Kami sungguh yakin akan memiliki bisnis
menguntungkan dengan Motorola," demikian janji yang
diucapkan CEO Lenovo.
Lenovo memang pernah melakukan hal serupa, yaitu
memperbaiki bisnis ThinkPad, merek komputer yang
dibelinya dari IBM yang akhirnya menghasilkan
keuntungan besar. Lalu, strategi apa yang akan
dilakukan Lenovo untuk membangkitkan Motorola?
"Kami akan meluncurkan ulang dan memperkenalkan brand
Motorola ke China dan negara berkembang yang lain. Kami
juga akan berkompetisi di pasar premium, namun jika
tidak cukup, kami juga akan masuk ke pasar entry level,"
kata Yang.
"Kami juga sudah mengidentifikasi area mana saja yang
bisa ditekan ongkosnya. Dengan kombinasi skala yang
dimiliki Lenovo dan Motorola setelah akuisisi, kami bisa
menurunkan secara signifikan ongkos material dan rantai
suplai," beber Yang.
Selain masih menjadi vendor PC terbesar di dunia,
performa bisnis Lenovo di industri smartphone juga terus
meningkat. Di kuartal 4 2013, Lenovo melaporkan mampu
menjual 13,9 juta unit smartphone, naik 47% dari capaian
tahun sebelumnya.
http://inet.detik.com/


0 komentar:
Posting Komentar